
Memasuki pelataran sekolahan bak memasuki areal rumah sakit dengan lorong-lorong yang menghubungkan antar kelas. Patung orang main suling di tengah taman yang sempit dengan kolam. Panggung yang biasa digunakan untuk mapensi, tower air yang biasa buat nongkrong teman-teman sambil ngerokok. Semua hilang seiring dengan perkembangan pendidikan yang didengungkan pemerintahan daerah, untuk menjadikan sekolahan kita jadi sekolah unggulan.

Walapun sekolah kita tidak lagi seperti dulu, namun kenangan itu akan tetap terukir dalam lubuk hati dan ingantan yang paling dalam.
Dan penulis mengharapkan teman-teman alumni yang masih memiliki kenangan berupa foto-foto dapat membagi kenangan dengan para alumni.

Terima kasih kepada bapak ibu guru yang telah sabar membimbing kami semua.
Adalah kebanggaan bagi kami semua pernah belajar di SMA Negeri 2 Lumajang, dan merupakan kehormatan bagi kami pernah menjadi murid Bapak dan Ibu, para guru yang sudah terbukti telah mengantarkan nama sekolah ini menjadi sekolah terbaik dan favorit di Lumajang.
"SMA Negeri 2 Lumajang, teruslah berjaya..dan kami akan mengenangmu selalu"

